16 April 2016 - 02:04
15 Agen CIA asal Saudi Berada Dibalik Tragedi 9/11

Arab Saudi adalah negara boneka AS, yang memuluskan langkah-langkah AS untuk memperkuat eksistensi Israel di Timur Tengah. Arab Saudi juga disebutnya sebagai corong AS untuk memberi pengaruh pada dunia Islam.

Menurut Kantor Berita ABNA, Dr. Kevin Barret, seorang pengamat politik AS belum lama ini mengeluarkan pernyataan menghebohkan yang membongkar fakta adanya konspirasi Amerika Serikat dengan Arab Saudi dalam tragedi runtuhnya menara kembar WTC pada 9 September 2001. Dr. Barret yang merupakan anggota lembaga independent untuk investigasi peristiwa 9/11 membuat pernyataan dalam sebuah wawancara telepon dengan Press TV pada hari rabu (13/4) dengan mengatakan ada 15 agen CIA yang berkewarganegaraan Arab Saudi terlibat dalam aksi pembajakan pesawat yang ditabrakkan ke menara kembar WTC pada 9 September 2001. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya dokumen setebal 28 halaman yang telah berada di tangan parlemen AS.

Fakta tersebut terbongkar menyusul permintaan sejumlah anggota parlemen AS yang meminta Gedung Putih untuk menyingkap dokumen yang menjelaskan keterlibatan Arab Saudi dalam tragedi 9/11. 

Dr. Barret menyebut, aksi pembajakan pesawat tersebut bertujuan untuk melipatgandakan anggaran militer AS dan memperkuat posisi AS di Timur Tengah. Terbukti, tidak lama dari tragedi 9/11, AS menginvasi Afghanistan menyusul kemudian menggulingkan rezim Saddam Husain di Irak Dr. Barret lebih lanjut menyebutkan kerjasama AS dengan Arab Saudi sudah sangat terbuka dan tidak dapat dipungkiri. Arab Saudi adalah negara boneka AS, yang memuluskan langkah-langkah AS untuk memperkuat eksistensi Israel di Timur Tengah. Arab Saudi juga disebutnya sebagai corong AS untuk memberi pengaruh pada dunia Islam.